Rabu, 11 Juni 2014

Suatu hari di ARTJOG 14


Kata orang seni bisa menyatukan banyak jiwa. Dalam keindahan, dalam misteriusnya kedamaian.
Nyatanya, tak begitu bagi kita.
Kau bilang, hanya seniman amatir yang mencari inspirasi. Bagimu seniman sebenarnya adalah mereka yang hanya dengan menggores pun dapat menelurkan makna. Mereka yang sebelumnya telah digodok keras tentang arti semua simbol dan perkara di dunia.
Tidak bagiku. Seniman adalah pembelajar. Mereka yang hingga sekarang -aku yakin- masih bisa melakukan 'kesalahan' dalam karyanya. Yah meskipun memang tidak ada kata salah dalam seni. Coretan yang diluar sketsa awal, mereka bisa kembalikan lagi jadi yang lebih indah. Dan seperti yang ku yakini, mereka pasti belajar untuk semakin membuat karya yang lebih baik setiap saatnya. 

"Hey lihat, ini keren banget sin."
"Bentar aku baca deskripsinya dulu."
"Gimana coba cara bekuin semua action figur ini terus nglelehin sebagian tempat yang emang kita pingin gini? Ini di print di media apa coba, acrylic kaya'nya."
"Aih dalem banget maknanya. Kesemua dari kita ini pahlawan, hanya sedang tertawan keadaan. Terbekukan. Sekarang tinggal usaha kita untuk keluar dari semua kekangan ini, dan mulai melakukan tugas kepahlawanan kita." 

Ah..
Kau yang selalu bilang bahwa sudut pandang kita beda. Kau yang sangat teliti dalam melihat semua yang terlihat jelas. Dan aku yang katamu terlalu memperhatikan detail hingga lupa hal-hal yang terlihat jelas.
Aku yang terlalu rumit memandang semua yang ada, dan kau yang sederhana.
Hingga akhirnya, kau yang ingin punya partner kalem. Dan aku yang ingin punya partner yang bisa bersama-sama menjawab berbagai penasaran tentang semua yang terjadi di sekitar. 

"Kita itu seimbang. Kau melihat apa yang tak bisa ku lihat, begitu pula aku yang melihat apa yang tak bisa kau lihat. Indah sekali kan, kawan?"


Share:

0 komentar:

Posting Komentar