Mimpi. Sudah setahun
ini aku asing dengan kata-kata itu. Tak pernah sedikitpun ku singgung. Dan
ketika ditanya Mr dulu, aku berusaha membangun mimpi-mimpi baru. Seolah lupa,
bahwa aku punya sesuatu yg sudah ku susun. Mungkin karena belum ku tuliskan dan
karena lemahku, sehingga draft mimpi itu tergeser oleh lembaran NSC yg
tertumpuk dalam hidupku.
Hingga sampai
kemarin. Bertemulah aku dengan kawan-kawan seperjuangan jaman SMA kemarin.
Yunis, Ain, dan Arif. Malu betul berada disekitar mereka. Mereka yang masih
memperjuangkan mimpi-mimpi mereka. Tak pernah lelah. Lihatlah saja, tumpukan
draft-draft dan air mata mereka yg tak jarang berjatuhan jika membincangkan
masalah cita-cita kami ini. Sedangkan aku? Memilih untuk menyerah karena
menganggap mimpiku ini hal mustahil. Memalukan. Tak pernah aku merasa
se-pengecut ini sebelumnya.
Qadarullah. Diantara
kami memang sudah ada yg bisa terwujud salah satu tapak menuju mimpinya.
Barakallah untuk saudara kami, Arif Fauzan yang
September ini insya Allah terbang ke Jepang untuk menuntut ilmu disana.
Meninggalkan kami; saya, Ain, dan Yunis yang masih harus bekerja keras untuk
mewujudkan tahap per tahap impian kami. Meninggalkan semangat membara bagi
jiwa-jiwa kami yang seperti mendapat suntikan energi dari keberangkatannya.
Bahwa tak ada mimpi yang tak mungkin terwujud atas izinNya.
Tertampar-tampar
karena masih bersantai-santai dan sama sekali tak bermanfaat, aku pun mulai
melirik kotak di sudut hati. Kotak berdebu yang berisi mimpi-mimpi di dalamnya.
Aku ingin memperjuangkannya kembali. Aku tak mau selemah ini. Pasti ada jalan,
pasti. Baru saja aku bersihkan kotak itu dan mulai menyusun kembali mimpi-mimpi
itu, masuklah pemecut pertama.
Saat itu sedang
ngobrol dengan Ain, dan ia bercerita bahwa ia sedang menulis draft untuk sebuah
lomba tentang Disaster Management. Oh man, bidangku itu. Akhirnya untuk pertama
kali, insya Allah aku akan mencoba untuk
ikut lomba tingkat internasional. Harus
banyak referensi yg ku baca, diskusi yg ku lakukan. Dan bismillah, moga Allah
ridhoi..
Yah, itulah yg ku
sebut pemecut pertama. Baru saja aku mantapkan hati untuk memperjuangkan
kembali mimpi-mimpi itu, Allah langsung beri aku penguji. Semoga aku lulus
dalam ujian ini.
Beberapa hari
selanjutnya, berawal dari ngomongin PKM, saya dan salah satu saudara (sebut
saja Upin) membincangkan tentang mimpi kami.
Hingga sampailah pada pesan menohok itu;
"Kamu cuma bermimpi gimana hasil mimpi kamu terwujud. Tapi mengabaikan langkah-langkahnya.
Cobalah membangun langkah-langkah yang
kecil tapi konkrit."
Dyarrrr. Seperti
tertancap sembilu di hati hingga menembus bagian belakang tubuh. Iya, bener
banget omongannya. Selama ini aku baru sampai pada tahap ngayal besok jadi
volunteer UN, putar-putar dunia as a nurse dan Disaster Management's team. Baru
sampe situ. Belum kepikiran harus ambil les bahasa inggris untuk ngejar
TOEFL&IELTS. Belum memutuskan ambil les bahasa jepang kapan. Belum
cari-cari info apapun. Hmm, berasa bosok
banget lah.
Terus kan ya, aku
cerita sama ibu. Sama ibu semakin ditampar lagi.
"Kamu tu ya, dari kemarin bilang mau berlari, tapi
melangkah pun belum."
Alhamdulillah..
Alhamdulillah.. Alhamdulillah..
Merasa beruntung
sekali memiliki mereka di hidupku. Setiap tamparan itu, berarti sekali..
Aku tak boleh
mengecewakan Allah, orang-orang disekitarku lagi. Pun tak boleh mengecewakan
diriku sendiri. Langkah-langkah itu harus diambil, segera. Semoga tak cuma
omong doang.
IP bagus dan stabil. Baca banyak buku. Diskusi dengan
banyak orang. Les bahasa inggris. Memikirkan ummat setiap saat. Yg harus segera
dilakukan. Konkrit!
Bismillahirrahmanirrahim.
Moga tulisan ini dapat sebagai pengingat untuk kembali jika dunia mulai
menggeser niat. Allahu Akbar!

aamiin... semangat nduk. :), Ane termasuk orang yang percaya bahwa bagi Allah mewujudkan impian kita yang kayanya sak Hohah itu adalah sipil markupil. So ngapain kita takut? :p gue aja masih bermimpi bakalan nikah ama bule :D
BalasHapusmbak dhitaaaaaaa :')
BalasHapusiyaaa, kita punya Allah yg lebih jauh lebih besar daripada mimpi kita itu. mudah bagi-Nya utk menjadikan mimpi kita terwujud :'D
hahaha mimpi dari awal ane ketemu mbak dhita xD moga diberi yg terbaik ya mbak. terusnya anaknya lucu2 nanti ;)