Masih disekap
dingin. Di ruang ini. Gelap, tak ada cahaya. Hanya ada sebuah suara di pojok
sana.
'Ingat-ingat-ingat' dia ucap.
Ingat apa? Kepala ini terlalu pening
untuk memikirkan sesuatu.
Ingat-ingat-ingat!, dia teriakkan semakin kuat. Jengah
aku mendengarnya.
"HEH! APA
MAUMU? AKU TAK BISA INGAT APAPUN! MAKA DIAMLAH!"
"KAU PIKIR AKU CUKUP SABAR MENGHADAPIMU?!"
Sesosok hitam besar
mendatangiku. Akalku sudah tak berjalan dengan lancar. Aku kebas. Tak ada sama
sekali rasa takut. Ku dongakkan kepala. Aku terlalu lelah untuk merasakan apapun.
"AKULAH KAU! YA
KAU!"
"AKU? HAH, TAK
USAH KAU MELUCU."
"AKU TAK
MELUCU.AKU LAH DOSAMU. YANG SUDAH MENUMPUK DAN MENGERAK. DAN MENJADIKANKU
SEPERTI INI. AKU LAH DOSAMU, YANG KIAN HARI SEMAKIN KUAT DAN TUNGGU SAJA
WAKTUNYA HINGGA AKU MEMBAWAMU
KESANA!"
Lantai gelap
disebelahku mengeruak. Terbelah dan terlihat api yang menyala-nyala.
Manusia-manusia berteriak keras. Hentikan. Apa tadi dia bilang akan membawaku
kesana? Seketika tubuhku bergetar hebat.
Kaki kursi yang kududuki patah. Kesadaran membuncah. Ya, bukan disana tujuanku!
Disana tak bisa melihat senyum Tuhanku,
disana tak ada lelaki penyampai cahaya itu.
SUDAH CUKUP!!
Ku dekati makhluk
itu,
"AKU TAK AKAN
KALAH DARIMU!"
Ia mengerang. Wajah
sinisnya menguak. Dan ak u tetap berjalan ke depan. Ku dorong pintu besar itu dengan sisa-sisa tenagaku.
Ya, pemandangan
indah menyambutku. Ada ibu, bapak, dan adikku menangis haru.
"KAMI PERCAYA
PADAMU." Bapak kemudian menepuk halus kepalaku..
~karena setan akan lebih mudah masuk pada jiwa yang
bimbang.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan diatas saya tulis pada tanggal 11 Juli 2012. Sudah satu tahun berlalu. Hingga sekarang, bukan tempat itu kan tujuanmu?
0 komentar:
Posting Komentar