Jumat, 02 Agustus 2013

Masih

Masih disekap dingin. Di ruang ini. Gelap, tak ada cahaya. Hanya ada sebuah suara di pojok sana.

'Ingat-ingat-ingat' dia  ucap.
Ingat apa? Kepala  ini terlalu pening untuk memikirkan sesuatu. 
Ingat-ingat-ingat!, dia teriakkan semakin kuat. Jengah aku mendengarnya.

"HEH! APA MAUMU? AKU TAK BISA INGAT APAPUN! MAKA DIAMLAH!"
"KAU PIKIR  AKU CUKUP SABAR MENGHADAPIMU?!"
Sesosok hitam besar mendatangiku. Akalku sudah tak berjalan dengan lancar. Aku kebas. Tak ada sama sekali rasa takut. Ku dongakkan kepala. Aku terlalu lelah untuk  merasakan apapun.
"AKULAH KAU! YA KAU!"
"AKU? HAH, TAK USAH KAU MELUCU."
"AKU TAK MELUCU.AKU LAH DOSAMU. YANG SUDAH MENUMPUK DAN MENGERAK. DAN MENJADIKANKU SEPERTI INI. AKU LAH DOSAMU, YANG KIAN HARI SEMAKIN KUAT DAN TUNGGU SAJA WAKTUNYA HINGGA AKU  MEMBAWAMU KESANA!"

Lantai gelap disebelahku mengeruak. Terbelah dan terlihat api yang menyala-nyala. Manusia-manusia berteriak keras. Hentikan. Apa tadi dia bilang akan membawaku kesana? Seketika  tubuhku bergetar hebat. Kaki kursi yang kududuki patah. Kesadaran membuncah. Ya, bukan disana tujuanku! Disana tak bisa  melihat senyum Tuhanku, disana  tak ada  lelaki penyampai cahaya itu.

SUDAH CUKUP!!
Ku dekati makhluk itu,
"AKU TAK AKAN KALAH DARIMU!"
Ia mengerang. Wajah sinisnya menguak. Dan ak u tetap berjalan ke depan. Ku dorong  pintu besar itu dengan sisa-sisa tenagaku.
Ya, pemandangan indah menyambutku. Ada ibu, bapak, dan adikku menangis haru.
"KAMI PERCAYA PADAMU." Bapak kemudian menepuk halus kepalaku..



~karena  setan akan lebih mudah masuk pada jiwa yang bimbang.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tulisan diatas saya tulis pada tanggal 11 Juli 2012. Sudah satu tahun berlalu. Hingga sekarang, bukan tempat itu kan tujuanmu?
Share:

0 komentar:

Posting Komentar