Jumat, 20 September 2013

Keadilan yang tak pernah tertukar

Dunia ini tak menjanjikan perjalanan yg mudah. Menguar sudah bau busuk dari dunia. Tak sedikit yg sudah menyadarinya. Kebencian, pertumpahan darah, usaha melumpuhkan kebaikan, prasangka, apa lagi yg sedang memenuhi dunia ini. Hal-hal semacam itu lah yang membuat diri ini semakin rindu kampung halaman abadi.

Sigh.

Dunia memang benar-benar ujian yang tidak mudah. Tak ada pilihan selain terus berjalan dan terus mengumpulkan bekal semampuku.

Tak sedikit mereka yang merasa dunia ini tak adil. Apalagi mereka yang pernah berada di titik terendah dunia. Tak ayal, sifat-sifat monster itu tanpa sadar ke built-in dalam dirinya. Menjadi penjahat, penggoda, pemaksa, atau apapun lah itu. Tapi mari menghargai pada mereka yang mencoba. Mereka yang pada akhirnya memutuskan tak menyerah untuk berbalik arah.  Kembali kepada jalan yang menuntun kembali kepada penciptanya. Memang sifat-sifat itu tak kemudian langsung hilang ketika ia menuju kembali padaNya. Tapi cobalah kau sesekali turun dari singgasanamu dan bertanya kepada mereka; bagaimana keadaan usaha perbaikannya?
Hentikan setiap tatapan miring itu. Menatap luruslah pada mereka. Bersyukurlah kalian para manusia yang sudah terlahir dari keluarga yang ngerti agama, harmonis dan semua kenikmatan itu, sehingga semua sifat baik ada pada diri kalian. Lihatlah mereka, mereka berusaha.

Teruntuk mereka yang tak pernah lelah berjalan ketika jatuh dapat menjadi pilihan, moga Allah terima setiap peluh kalian, sakit yg ada pada hati kalian, dan usaha kalian untuk bertahan.
Percayalah, semesta memiliki cara sendiri untuk menunjukkan keadilannya. Pasti. Untuk sekarang pilihannya hanya dua; mungkin belum waktunya, atau kau yang terlalu lemah untuk memahami bentuk keadilannya.

"Mereka yang menganggap dunia itu tidak adil sama saja dengan menganggap penciptanya tak adil, kan sayang?" 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar