Senin, 30 September 2013

Sinta harus janji

"tb2 pengen baca mesej2annya kita sejak jaman dulu kala.. hahaha, lucu bangeett.. ngomong e pake anti-anti segalaaaa og pieee nggak kerasa,, ternyata udah banyak banget yg terjadi ya, dan sekarang kita udah jadi sedekat ini... subhanallah....
pokoknya sinta harus janji,, apapun yang terjadi nanti, besok atau kapanpun.. sinta ndak boleh pergi. sinta harus janji, sinta akan tetap jadi sinta yang slalu terbuka belajar ttg hidup sinta harus tetap jadi sinta yang mau nglakuin apapun utk lebih ngenal Allah tetap jadi sinta yg mbuntut sama kebaikan tetap jadi sinta yg rela ngrasain sakit utk bertahan sinta yg yg ga pernah nyerah walo ga ada yg peduliin sinta yg kritis sama dakwah ini sinta yg mengkader dirinya sendiri tetap jadi sinta yg ndak terlalu mainsteram, sinta yg oot sinta yg tb2 jadi cengeng kalo udah nyangkut masalah umat tetap jadi sinta yang ga pernah takut utk berbeda
afwan melankolis. hanya saja entah kenapa.. tonight, semua memori itu kayak diputer ulang lagi.. sungguh aku bahagia sekalii, mengenalmuu jazakillah utk ukhuwah yg indah ini...
semoga Allah tak pernah berhenti tersenyum padamu, sayang... ana ukhibbuki hubban syadiidan, fillah..."
-saudara terhebat
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Masih saja tak bisa berhenti meneteskan air mata ketika membaca pesan itu. Ya Allah. Aku rindu disemangati seperti itu. Aku rindu ada yang peduli. Aku benar-benar rindu.
Tapi tiba-tiba aku sadar, semua itu karena aku sekarang pun tak pedulian. Aku apatis. Aku rindu berbicara dengan hati. Rindu diskusi manis dengan semua orang, tanpa singgung amanah dan tanpa tendensi apapun. Berbincang dengan hatinya.
Aku masih saja terjebak masa lalu. Dunia ini memang tak senyaman Teladan. Tapi Allah mau aku ada disini untuk belajar. Untuk bertahan.
Aku harus terus bertahan dan berjalan. Selangkah demi selangkah. Jatuh pun bukan masalah. Yang penting tetap berdiri dan melanjutkan perjalanan. Bukannya dari dulu memang kaya' gitu ya sin? Ayolah, jatuh bukan hal asing untukmu.
Karena satu hal yang terus kau ingat, seni dari sebuah perjuangan tak melulu tentang menyerang, hal yang sangat krusial justru tentang bertahan. Ya, kau tak boleh berhenti sin!

".... Selama kamu masih menjaga Allah di hatimu, itu saja sudah cukup untuk bisa dikatakan pejuang Islam. Pejuang yang melawan dirinya dari hawa nafsu untuk melupakan Allah." -Tyani zuper
Share:

0 komentar:

Posting Komentar