Rabu, 21 Agustus 2013

Liburan

Banyak sekali yang di dapet di liburan kali ini. Dari mulai beruzlah untuk menemukan diri, 'tabrak-tabrakan' sama sahabat, dan juga dan paling penting; mereguk ilmu dari para kesayangan. Karena yang ngga enak-enak gak nyaman kalo dibahas disini, mari kita bahas yang ada ibrahnya saja dan bisa dibahas disini.

Starts from...Uzlah.
Baru pertama kali men untuk saya. Awalnya sih gara-gara ditampar Allah hingga merasa perlu sekali untuk muhasabah ekstrim. Bukan sekedar muhasabah harian, tapi bener-bener berfokus untuk muhasabah. Saat itu diputuskan untuk pergi ke Klaten, ke tempat yangti. Hp dimatikan, nggak pake internet dan bener-bener cuma ada buku dan yangti. Bahkan orang tua pun diminta untuk balik ke Jogja. Yaudah deh, selama sepekan-an jadi gadis desa. Kerjaannya ngrawat yangti, baca buku dan nulis. Nulis yang bukan untuk dipublikasikan tentunya. Tenggelam pula dihalaman-halaman kertas buku disana. Ya, buku memang luar biasa!
Tapi uzlahnya belum sempurna, baru sepekan udah dijemput. Tapi tetap saja alhamdulillah bisa banyak berbincang dengan hati. Mengetahui keadaannya sepenuhnya, mendengarkannya. Jika saja bisa sedikit lebih lama, pasti bisa lebih mengenal diri sediri. Yaudah, semoga masih ada kesempatan ke depan. Pokoknya uzlah itu recommended sekali untuk mereka yang ingin mengenal dirinya sendiri!

Selanjutnya dan ini yang selalu menjadi favorit; membersamai orang-orang super! Ya, menyambung silaturrahim dengan para kesayangan. Dari kawan-kawan SMA sampe murobbi pertama (segera insya Allah). Alhamdulillah *ceritanyaberbungabunga*
Di awal liburan tentu dengan kawan-kawan SMA. Mereka yang kembali ke Jogja setelah bersebaran ke seluruh pelosok Indonesia. Bahagia sekali mengetahui keadaan mereka baik-baik saja, tambah luar biasa malah. Dan berbincang mengenai SMA itu tak jauh-jauh dengan mimpi idealisnya. Seperti yang ku tuliskan sebelumnya, mereka lah pengingat mimpi untukku. Arif dan Totok udah berangkat ke Jepang pula :') Aih, harus terus berbenah!!!
Kami memang bersama dari awal. Mereka memang  yang paling tahu prosesku dari awal banget. Dari preman sampe sekarang. Dan yang paling mengharukan, mereka yang mulai terbentuk matang prinsip hidupnya. Yang sudah mengalami banyak dinamika luar biasa. Ah, terlalu banyak kebaikan yang terserap dari mereka. Tentang idealisme :')
Kemudian bersama mereka -kesayangan jaman kuliah-, mereka yang sangat mengajarkan untuk tidak keras kepala terus. Yang menyadarkan bahwa dunia itu tak seindah buku-buku yang selama ini ku baca. Yang selalu memecut untuk bergerak. Ya, kalah jauh memang dibanding mereka. Tapi memang tak ada alasan untuk berhenti, kan?

Alhamdulillah, Allah telah mengizinkan saya untuk sampai ke titik ini. Bukan hal mudah tentunya bisa sampe sini. Makanya, semua harus dipertanggung jawabkan, sin! Keep going!

Of course, there is always, always, always, something to be thankful for.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar