dari segi agama, sastra, semua. bukan keahlianku. yang ku tau, rindu ya rindu
mungkin di awal di patikkan oleh jarak. bukan, bukan dari ruangan besar sekali ini. rindu ini datang dari ruang sempit yang luas. sampe nggak ngerti juga sebenernya apa aja isinya. semua ada di situ.
awalnya sadar, kemudian menangis anggun, bisa langsung sesenggukan. adakah semenguap itu? tak tau juga. bukankah dari dulu cuma bisa nggrundel kangen? nggak pernah bisa keluar. oh, tidak hanya terjadi pada rindu. semua diberlakukan sama. memang sedih tak bisa menyampaikan apa yg di maksud. menyedihkan sekali. sudah sangat kenyang dengan namanya miskom. kenyang.
berawal dari rindu, semua berubah.. aku yang sekarang bukan aku. atau mungkin aku yang tak tau sebenarna aku yang mana?
mulai kehilangan arah, tapi lagi, sms sangat jarang itu yang membuatku ingat. apa yang harus aku lakukan. bahwa ilmu, lagi-lagi ilmu.
re-orientasi. even semenyakitkan itu, tapi memang cuma buat mereka. sama-sama di surga, pake mahkota cahaya. itu aja.
nggak tau juga apa masih bisa kembali. keadaaannya udah nggak sama. nggak tau apa masih bisa sama.
aku nggak pernah ngasih apa-apa ke mereka, jadinya ya gini akhirnya.
yaudah. gak ada alesan buat gak move on.
hidup akan tetep berjalan, dengan atau tanpamu.
kalo aku gak berdiri sekarang -saat jatuh di bawah-, selamanya aku akan tetap di bawah.
saatnya berdiri
rapikan rok
berjalan, selangkah demi selangkah
![]() |
| kenapa rindu ini selalu searah ya? |

0 komentar:
Posting Komentar