Rabu, 12 Oktober 2011

bidadari pembuat surat

bagaimana aku tak jatuh cinta?
Lembutnya, sabarnya, tenangnya. semuanya menghipnotisku.
redam kalut dalam badai.
urai benang dalam ruwet.
Pemikir terarah. Banyak mencuri ilmunya.
Aku yang masih terseok, tertinggal jauh darinya. Dan yang telak tak bisa ku tolak, PENGERTIANNYA. Sungguh dahsyat! Itsar yang di luar normal. Betapa beruntungnya aku yang ada di sekitarnya.
Sekarang berjalan beriringan. tak merasa sendiri. berharap perasaan ini sama seperti yang ia rasakan. Sama tegakkan panji Allah di bumi ini (taruhan, dia pasti tertawa membaca kalimat ini!). dia memang sensi dengan kata 'bendera'. Kata itu selalu saja memancing tawa untuk kami. Semoga tawa yang barokah. Tak menyangka akan menemukan saudara perjalanan se asik beliau. Selalu saja ada kuncup yang mekar ketika bertemu. Berseri. dan TERTAWA!
hahaha. saya sendiri tak menyangka bisa menulis sefrontal ini. susah sih berbaikan nek ketemu langsung.
mesti kerjaan e cuma gelut. gak sempet ngomong se so sweet (emang ini so sweet?) ini. Keburu semua benda berterbangan karena saling lempar kami.
Aku mencintainya jauh sebelum dia mulai mencintaiku (emang dia cinta? :P)
Dasar sekre umum ter______ sedunia. Insha Allah surga merindukanmu, ukh :'*

Share:

2 komentar:

  1. tak kusangka engkau pecinta sesama dek :(

    BalasHapus
  2. astaghfirullahal'adzim mbak ditaaaaaaa :'( bukan gitu maksudnyaaaaaaaaaa T....T

    BalasHapus