Ketika hati mulai ragu dengan apa yang sebenarnya ia rasakan, otak masih saja menyuruhnya untuk selalu berpikir realistis dan sesuai dengan apa yang sudah dicontohkan mereka. Ingin sekali berteriak, aku bukan mereka! Mungkin memang kami memiliki tujuan yang sama. Satu arah yang sama. Tapi tak bisakah jiwa ini diberikan kesempatan untuk menentukan jalan yang akan ia tempuh? Toh juga tujuannya sama kok. Sangat disadari niat mereka itu sangat mulia. Hanya ingin yang terbaik untuk diri ini, itu saja. Tapi diri ini pun memiliki rasa jenuh ketika harus sesuai persis dengan tata panduan itu. Tata panduan itu memang sangat penting, sadar akan hal itu. Saya bisa sesekali menengok tata panduan itu untuk peringatan atau untuk pelajaran. Tapi saya punya cara sendiri untuk memilih, untuk melanjutkan hidup. Tolong sekali saja, PERCAYAI SAYA :’(
0 komentar:
Posting Komentar