Sedang berada di suatu keadaan dimana menyalahkan diri sendiri adalah hal ternyaman yang pernah ada. Antum mau bilang kalo menyalahkan diri sendiri itu ngga akan nyelesein masalah, Cuma nambah-nambahi gawean, dan itu adalah pekerjaan para pengecut? Sayang sekali jika antum berkata seperti itu berarti antum benar. Ya, i do believe it. Nyalahin diri sendiri ini ngga ada gunanya, man. Mungkin nyalahin diri sendiri lalu berpikir untuk memperbaiki kesalahan itu malah bagus, sayangnya saya sendiri belum bisa berada di posisi itu. Sayangnya saya masih terperangkap di sistem pikiran menuntut-menyalahkan-menyesal. Pengen jadi akhwat yang bener. Terlalu banyak yang ngga pas di diri saya.
Oke, mari berpikir sebentar. Apa saya mau terus-terusan berada di situasi seperti ini? TENTU TIDAK! So, what can you do ntha? Apa yang bisa anti lakuin untuk mendobrak dan keluar dari kondisi ini? Ayo di gletekke satu-satu:
1. Mengikhlaskan dan Khusnudzon sama Allah
Well, semua yang udah terjadi tu pasti udah di garisin sama Yang Maha Kuasa bukan? Mungkin memang apa yang kita lakuin sebelumnya tu juga bisa mempengaruhi dampak kedepannya nanti. Tapi coba deh dipikir dari sudut pandang lain. Ketika anti ngrasa anti udah nglakuin salah dan dampaknya buruk, berarti anti dikasih kesempatan lagi buat belajar supaya ngga ngulangi kesalahan bodoh yang pernah anti lakuin sebelumnya. Mungkin juga anti dikasih kesempatan buat ngembangin kreatifitas berpikir untuk cari gimana caranya memperbaiki kesalahan yang udah terjadi itu. Ho, wes di kei kesempatan sinau dua kali lho?! Dimanfaatin sebaik-baiknya lah. Tapi juga jangan keseringan lho sin -____- Terkadang memang diperlukan jatuh dulu untuk merasakan indahnya bangkit.
2. Jangan stuck
Lha lha lha lha lha iki ki. Problema hidup yang masih terus terulang dan susah dipecahkan. Halah (doh) Nek boleh jujur ya, ini masalah yang paling sering tak rasain. Terkadang kita sering ngrasa males, mutung, atau apapun namanya itu ketika dihadapkan sama sesuatu yang tidak menyenangkan. Beda lho ya sama putus asa. Nek putus asa kan udah sama sekali lepas tangan dari urusan itu. Nah kalo stuck yang tak maksud disini adalah ketika kita merasa malas untuk melanjutkan urusan ini karena ada sesuatu yang mengecewakan atau tidak pas di kita dan Cuma berhenti diam. Ah, diam yang seperti ini sangat mematikan. Tidak produktif. Stuck disini berarti semacam menunda. Di penundaan ini bisa digunakan untuk benerin mood, ngecharge ulang semangat dan tenaga, dll. Lha yang sering terjadi adalah terlalu lama stuck. Padahal dunia terus berputar dan tidak bisa menunggu kita terlalu lama. Orang-orang pun terus bekerja sesuai porsi mereka. Dan lihat dirimu sin, lenjeh sekali. Dikit-dikit istirahat. Mana toleransi sama yang lainnya eh? Ayolah. Akan jauh lebih baik kalo kamu jangan terlalu kebawa perasaan. Profesional yuk^^
3. Jangan Ngeluh
Ini salah satu obat mujarab yang pernah ada. Diperkenalkan secara mendalam oleh salah seorang sahabat ketika di Pangandaran kemarin. Dan Subhanallah, efeknya itu bung....manjur sekali. Karena ketika kita mengeluh, tanpa sadar kita sama saja nambahi beban kita. Ngga percaya? Monggo dibuktikan :p Daripada mengeluh, mending inget Dia. Serius, jauh lebih indah. Dan juga waktu untuk mengingatNya itu jauh lebih berharga dan bermanfaat daripada waktu yang dipake buat ngeluh. Ya, pokoknya jangan ngeluh yuk :D
Nah itu udah ada step-stepnya kan, sin? Yowes, sekarang tinggal pengaplikasiannya. SemangkA!! (gym)
Bukan maksud untuk menggurui, wahai sobat. Hanya ingin mengajak saja untuk sama-sama berbenah. Kita saudara, kan? Tolong ingatkan diri ini ketika aroma kekhilafan mulai menusuk hidung. Tolong tarik jiwa ini ketika hendak melayang karena terlalu memikirkan kehidupan dunia. Tolong nasehati aku ketika engkau melihatku mulai lesu. Aku percaya kita bisa jika bersama. Uhibbukum fillah :’D
Bukan maksud untuk menggurui, wahai sobat. Hanya ingin mengajak saja untuk sama-sama berbenah. Kita saudara, kan? Tolong ingatkan diri ini ketika aroma kekhilafan mulai menusuk hidung. Tolong tarik jiwa ini ketika hendak melayang karena terlalu memikirkan kehidupan dunia. Tolong nasehati aku ketika engkau melihatku mulai lesu. Aku percaya kita bisa jika bersama. Uhibbukum fillah :’D
*ini tulisan masih pemula sekali. Cuma pikiranku saja. Mohon dibenarkan kalo ada salah. Dan ada yang mo nambahin tips supaya tidak terus-terusan menyalahkan diri sendiri. Monggo, di tunggu ;)
"Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (Q.S. Al-Ashr:2-3)

0 komentar:
Posting Komentar