Pengen nulis tapi ngga sempet-sempet. Mid soalnya. Sakjane sekarang masih mid tapi pengen cepet-cepet nulis, ndak lali. Yesterday was great!
Sedikit intermezzo, hari sebelumnya aku lagi ngrasa bener-bener "hilang". Sendiri. Banyak orang-orang yang beda dan kesalahanku adalah aku terlalu mempermasalahkan perbedaan itu. Astaghfirullahal'adzim. Aku sebelumnya merindukan teman-teman seperjuanganku. Yang bener-bener hijrah bareng. Tanpa ada intimidasi dari mereka walaupun aku masih belajar jalan dan jatuh-jatuh terus. Dan aku sebelumnya ngrasa kalo orang-orang disekitarku tu ninggal. Memang mereka di depan dan seakan melambai bilang "yo kene sinau karo aku" bukan "ayo sinau bareng", Nampaknya aku yang terlalu menuntut, masya Allah :(
Tapi jujur saja, saya rinduuu sekali. Rindu dengan ukhti yang mau nyempetin waktu buat dateng ke sekolah sekedar ndengerin ocehan masalahku yang ketika aku sendirian aku berpikir kalo itu besar banget, dan ketika bersamanya *wuus* semua masalah itu nampak kecil dan aku punya semangat baru untuk melahapnya. Padahal waktu itu beliau lagi sibuk-sibuknya ngurusin grup nasyidnya. Masih inget ketika semuanya udah keluar (ceritanya-pen), telpon pun masuk dan beliau sudah di tunggu buat syuro di rumah salah seorang munsyid. Begitu sibuknya beliau. Sekedar tisu, rangkulan hangat, mampu meluruhkan semua kegalauan dalam hati. Masalahnya memang masih ada, tapi hati sudah lebih lapang ketika menghadapinya, insya Allah. AH AKU RINDU!
Rindu pula dengan ukhti yang dengan sabar membimbingku untuk tau banyak hal tentang dien indah ini. Yang ngasih semangat untuk terus belajar, yang ngasih semangat terus untuk njaga hati. Dan hatinya itu lho, putih sekali. Baik sekali. Nek tak pikir-pikir tentang konsep pansus yg sekarang, ya itu beliau pansus banget :)
Aku juga rindu dengan seseorang yang secara tak sengaja "menyentil"ku dengan kata-katanya. Memang dia jago merangkai kata. jejaring sosial miliknya sering ku sambangi. Hanya sekedar untuk membaca kata-kata yang menggelitik yang bisa membakar semangat itu lagi. Jarang diskusi lagi. Diskusi-diskusi menyegarkan itu, aku rindu...
Yang diatas itu tgl 250311. Puncak-puncaknya rindu. Kalut juga karena banyak hal. Sampe sempet sms ngawur ke seseorang. Gara-gara ceteknya pikiran. Afwan jiddan :(
260311
Dari pagi sudah kecewa. KESIANGAN. Ngga belajar kimia. Lengkap.Udah gitu sempet sedikit crash sama orang lewat sms. Saking pengen meledaknya, sms murrobbi. Pengen mbolos mid, doh. Untung rasido -_-
Wis mbuh-mbuhan berangkat sekolahnya. Parah tenan.
Senyum itu kembali ketika selesai ngerjain kimia. Keluar, otak bunek. Tak seperti biasa, aku memilih dudukan di depan 222. Buka laptop persiapan belajar. Eh ada suara yang sepertinya ku kenal dari lapbas. Tertawa lepas berlarian mengejar suatu objek. Ternyata orang itu!
Masuk ke 221, ketemu adek sayang :3 yah dia juga mengembalikan senyumku lagi. Dengan pemikiran cerdas dan ceplas ceplosnya, masalah ini nampak lebih terang :)
Pulang sekolah putar-putar GO. Cari tentor. Sendirian. Kebingungan. Ngga tau caranya. Alhamdulillah, ada seseorang yang mau mengantarku putar-putar GO. Dia ajari cara pesen tentor. Bolak balik GO Abu-Cokro. Panas-panas padahal. Dan dia waktu itu mau pulang. Tapi melihatku bolak-balik geje gitu dia akhirnya menawarkan untuk menemani. Subhanallah, lagi-lagi rindu itu menguap. Ya dia ukhti yang kuceritakan tadi :)
Hari ini harusnya ada KIP, tapi karena ada sedikit sesuatu, aku pun pulang dan memilih ngga dateng. Nggaya banget to? -_- Jam dua lebih, garing di rumah. Memutuskan untuk berangkat KIP walaupun telat. Sampe sana udah mau adzan ashar.Aku garing. Soalnya emang lagi rada piye gitu. Habis ashar, saya ditodong cerita. Takuuuuuuuuuut banget awalnya. Tapi akhirnya keluar. Nunduk. Hujan deras. Mencoba memisahkan benang-benang kusut dikepala. Keluar tentang kecewanya aku. Mereka terperanjat *halah*. Legaaaa banget. Pas udah berani negakin kepala, kaget ada dua orang sahabat nangis. Ho tho aku jahat banget T.....T
Ya trus semua malah jadi buka-bukaan. Kami cari solusi bersama. Ya, bersama. Astaghfirullahal'adzim. Dzalimnya saya. Mereka yang selama ini ada. Hanya aku yang memilih menutup mata kemarin :(
Kami saling menguatkan. Kami berbeda memang, tapi justru disitu seninya. Bersinergi. Saling melengkapi. Saling mengingatkan. Aku terharu, sangat. Nangis lagi. Kami pun berpelukan disuatu tempat. Angin-angin menyapa dengan sangat lembut. Halus. Menelisik kalbu yang sudah lama gersang. Kalbu yang sudah lama pergi. Membayangkan sayap-sayap malaikat menyelubungi lingkaran kami. Dan langit diatas kami sungguh indah sekali, biru hangat. Sudah sore banget memang. Kami pun berpelukan sebelum pulang. Erat, hangat. Seakan tak ingin pisah. Uhibbukum fillah :')
“Orang mukmin itu ibarat satu tubuh, apabila ada anggota tubuhnya sakit maka seluruh tubuh akan merasakan sakitnya.” Dalam riwayat yang lain juga dikatakan:” Tidak beriman seseorang dari kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya.”
“Dari Anas bin Malik radhiallâhu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidaklah (sempurna) iman seseorang diantara kalian hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”. (H.R.Bukhari dan Muslim).
0 komentar:
Posting Komentar