Ingat sin, semuanya akan di mintai pertanggung jawaban.
Untuk apa tanganmu? Apakah selalu melakukan hal-hal yang berguna?
Untuk apa matamu? Apakah selalu memandang hal-hal yang baik dipandang?
Untuk apa bibirmu? Apakah selalu mengucapkan hal-hal yang pantas diucapkan?
Untuk apa telingamu? Apakah selalu mendengar berita-berita yang boleh kau dengar?
Untuk apa kakimu? Apakah selalu melangkah menujuNya?
Astaghfirullahal'adzim.. Masih jauh sekali.
Sadar sekali, kondisi diri sekarang masih perlu banyak sekali pembenahan. Masih buruk dimana mana. Tapi adakah aku harus terima saja kenyataan ini dan meneruskan hidup dengan sejuta keburukan ini?
TIDAK!
Saatnya berbenah. Saatnya mengalahkan semua setan dalam diri.
Saatnya berlari.
Sudah tak jaman lagi yang namanya menangis gara-gara hal sepele. Menangislah untuk hal-hal yang memang pantas kau tangisi.
Bismillah..
Aku akan menjadi orang yang kuat. Mana ada orang kuat yang disentil sedikit nangis.
Aku akan menjadi orang yang percaya diri. Oke, minta maaf itu perlu, tapi bagaimana jika setiap maaf yang bukan gara-gara kesalahan itu kau ubah menjadi terimakasih? Sounds better, eh?
Aku akan menjadi orang yang murah senyum. Sudah ngga jaman lagi nyetor muka cemberut ke orang-orang.
Aku akan melibatkan Allah dalam setiap langkahku.
Semoga semua langkah ini selalu menuju perbaikan menurutNya..
Disini tak maksud untuk sombong, hanya mengingatkan diri sendiri saja :)
"Allohu ghoyatuna
Ar Rosulu qudwatuna
Al Qur'anu dusturuna
Al Jihadu sabiluna
Al Mautu fi sabilillah, asma amanina"
Bingkai kehidupan-Shoutul Harokah
0 komentar:
Posting Komentar