Bismillah..
Ya saya sedang sangat khawatir. Saya harus belajar banyak sekali tentang manajemen khawatir. Tadi seharian masih bercanda bersama. Saya tau anda akan sangat tidak suka dengan khawatir saya, tapi maaf. Ya inilah saya yang baru pertama kali bertemu dengan keadaan-keadaan seperti ini. Izinkan saya untuk beradaptasi, beri saya kesempatan. Dan saya akan berusaha untuk menjadi bagian dari orang yang selalu berada di samping anda, dan anda akan disamping saya (?) Ayolah, izinkan saya memberikan feedback yang mutu. Anda sudah memberi saya banyak hal. Setruman kegeje-an, kekuatan, keceriaan. Anda sudah "menemukan" saya. Cukup, ini (agak) alay :')
Saya besok remidi matematika dan saya masih kepikiran anda ki. Wah besok nek ketemu dan udah sehat badannya, tak cokot kok pokokmen :( Fyi hasil gigitan anda tadi pas di mujahidin mbekas lho, tapi entah kenapa malah seneng :DD Gigitan pertama, kita nggak pernah tau kan barokahnya dimana? ;)
Sudah diingatkan berkali-kali tentang PRIORITAS, tapi bagaimana saya bisa belajar dengan tenang kalo pikiran saya masih bersama anda? A! Maaf sekali ya nek saya masih belum bisa ngontrol gini. Tapi jangan njuk pergi gak ngasih kabar, tambah khawatir bos :(
Bismillah, semoga besok diberi kesempatan sama Allah untuk tetap menghirup udara. Saya akan mencari anda walaupun anda gak bilang lagi dimana! Puter-puter jogja bantul pun ayuk B)
Dan satu hal. Untuk seorang saudara yang ku sms tadi siang, saya tidak bermaksud buruk. Sama sekali tidak! Saya hanya ingin sms hal itu. Itu saja. Monggo njenengan mau menyimpulkan seperti apa. Saya hanya ingin menegaskan, saya tidak bermaksud buruk. Saya tau anda mengerti :)
Oya tambah tambah. Luka lebam ini sudah tak lagi biru. Tapi rasa sakitnya masih ada, menguat. Pendarahan dalam mungkin ya? Udah ah, jangan ditekan-tekan lagi. Ini masih sakit (bukanartisebenarnya)
-Semua yang ada di langit dan di bumi sudah ada yang menjaga
Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang-
22.17
Ditengah kecamuk jiwa (cieh)
mbak lana... #frontalyoben
BalasHapus